islam

Al - Quran Digital + Terjemahan free download


Freeware Al Quran Digital ini berisi ayat-ayat dalam huruf Arab, terjemahan dari Departemen Agama RI dan indeks berdasarkan topik. Asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya suatu ayat dalam surat Al Baqarah dan surat-surat di juz 30 juga tersedia. Selain itu, Al Quran ini akan sangat memudahkan kita dalam mencari kata-kata tertentu di dalam terjemahan.

Selengkapnya »

Khulafaur Rasyidin

Manusia adalah ciptaanya yang paling sempurna ,bukan hewan ,langit ,bumi ,bintang ,bulan ,malaikat ,jin bahkan iblis .Adapun kemuliaan manusia bermula ketika Allah hendak menjadikan Adam sebagai khalifah ( pengganti ) diatas muka bumi ini .
Kehendak Allah menjadikan manusia sebagai Khalifah-Nya  di bumi itu tentunya berdasarkan ilmu dan perencanaan-Nya yang sangat matang. Sebab itu, ketika para malaikat mempertanyakan rencana Allah tersebut, Allah menjawabnya: “Sungguh Aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30).

Sedangkan Khulafaur Rasyidin adalah orang-orang yang terpilih dan mendapat petunjuk menjadi pengganti Nabi Muhammad SAW setelah beliau wafat tetapi bukan sebagai nabi atau pun rasul. Khulafaurrasyidin berasal dari kata khalifah yang artinya pengganti dan Ar rasidin yang artinya orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Pedoman yang dijadikan pegangan untuk memimpin islam adalah Al-Quran dan Sunah Al-Hadist.

Khulafaur Rasyidin sendiri memiliki empat / 4 khalifah, yaitu :



1. Abu Bakar Siddik
Masa Pemerintahan : 11 - 13 Hijriah / 632 - 634 Masehi
Abu bakar sidik adalah orang yang pertama kali memeluk islam di luar keluarga / rumah tangga Rasulullah.


Prestasi Abu bakar sidik :
  • Memperluas daerah islam
  • Menghadapi orang murtad dan orang yang tidak membayar zakat
  • Memberantas orang-orang yang menganggapnya beliau sebagai nabi
  • Mengumpulkan ayat-ayat suci alquran yang disalin menjadi mushaf

2.  Umar Bin Khattab
Masa Pemerintahan : 13 - 23 H / 634 - 644 M
Termasuk orang yang pertama masuk islam / Assabiquunal Awwaluun
Meninggal dibunuh Abu Luk-luk dan Persia dan Yahudi


Prestasi Umar bin Khatab

  • Perluasan daerah kekuasaan islam
  • Membangun pemerintahan islam
  • Mengumpulkan tulisan-tulisan ayat suci Al-Qur'an yang tersebar

3. Utsman bin Affan
Masa Pemerintahan : 23 - 35 H / 644 - 656 M
Julukan : Dzunnurain Walhijratain = Memiliki dua cahaya dan dua kali hijrah ke Habsy dan Madinah.


Prestasi Usman bin Afan :

  • Memperluas daerah kekuasaan islam
  • Membangun angkatan laut
  • Penulisan ayat-ayat suci Al-Quran


4. Ali bin Abi Thalib
Masa Pemerintahan : 36 - 41 H / 656 - 661 M
Sebutan lainnya adalah Sayyidina Ali
Saudara Sepupu Nabi Muhammad SAW


Prestasi Ali bin Abi Tholib :

  • Membasmi pembangkang kekhalifahan
  • Memecat gubernur yang diangkat khalifah sebelumnya

Pak Singkong Naik Haji

Diujung gang sebuah pasar terdapat seorang penjual singkong yang sehari-harinya hanya ditemani gerobak tuanya ,demi mencukupi kebutuhan sehari-hari anak dan istrinya .

Pada suatu hari, datang seorang anak kecil entah dari mana asalnya. si anak berdiri di sisi gerobak kesayangan Pak Singkong sambil memandangi gorengan panas yang baru di angkat dari penggorengan mendidih. Anak itu mengamati Pak Singkong sambil menggigiti jari telunjuknya. Selintas Pak Singkong memperhatikan dan bertanya, “Kamu mau..?” tanpa bersuara, si Anak Singkong (sebut saja begitu) mengangguk,sedikit senyum gembira penuh harap.

Pak Singkong lalu mengambil ujung paling kecil dari potongan singkong yang tidak terjual dan langsung menceburkannya ke minyak mendidih. Lumayan, dari pada terbuang sia-sia, karena tidak ada yang mau membeli gorengan buntut singkong. Dengan penuh kegembiraan, si Anak singkong melahap buntut singkong goreng gratis itu .

Demikianlah, hal itu terulang setiap hari. Sampai pada hari keempat, Pak Singkong tidak lagi kedatangan tamu kehormatannya itu. Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian ……..


Dari sebuah mobil yang cukup mewah, turunlah seorang laki-laki muda gagah, perlente kata orang betawi (sebut saja Si Tampan). Dia menghampiri pak Singkong dengan senyum gagah menawan.
“Gorengan, om?” begitu teguran khas Pak Singkong ke setiap pelanggan yang datang. “Ya, Pak. Tapi saya mau beli buntut singkong,” sambil tetap mempertahankan senyum gagah.

Sambil tersenyum Pak Singkong menjawab ,“Maaf Om…saya tidak jual buntut singkong.”

Si Tampan tidak kehabisan akal, “Ah…massaaak…” katanya sambil pindah ke posisi kanan gerobak Pak Singkong sambil menggigit jari telunjuknya.

“Masya Allah…Subhanallah,” sambil melotot terperangah terharu, “Jadi ini kamu,” demikian kata Pak Singkong dengan sedikit terbata.

“Ya..ini saya, 20 tahun cukup untuk membuat bapak lupa sama saya?” jawab Si tampan.

Setelah 4 Hari meminta dan makan buntut singkong, si Anak Singkong merasa cukup tenaga untuk melanjutkan hidupnya. Ia bekerja keras untuk pendidikan dan kariernya hingga akhirnya ia berhasil meraih sukses yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Singkatnya, sebagai ucapan terimakasih atas segala kebaikan Pak Singkong yang telah memberinya selama 4 hari dengan buntut singkongnya, Si Tampan memberangkatkan haji Pak Singkong, memberinya modal dan mengangkat derajat kehidupannya.

Demikianlah Allah akan membalas segala kebaikan seseorang yang dilakukannya dengan tulus. Allah memberi rezeki dari tempat yang tak disangka-sangka kepada setiap orang yang dikehendaki-NYA. Demikian balasan Allah atas perbuatan baik dan sedekah seseorang.

Wahyu Terakhir Untuk Rasulullah

Diriwayatkan bahwa surat Al - Maidah ayat 3 ,diturunkan sesudah ashar di hari jum'at di padang arafah pada musim haji .Pada waktu itu Rasulullah s.a.w berada di arafah dan diatas unta .
Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril a.s. dan berkata " Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t. dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahawa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."



Setelah Malaikat Jibril a.s. pergi maka Rasulullah s.a.w. pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah s.a.w. pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril a.s.. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna . . agama kita telah sempurna."


Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah s.a.w. itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma." Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahawa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahawa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah s.a.w.. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda."

Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah s.a.w. tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, "Ya Rasulullah s.a.w., kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah s.a.w. dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah s.a.w. melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali ra. berkata, "YaRasulullah s.a.w., Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?. "Lalu Rasulullah s.a.w. berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".


Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah s.a.w., maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara 'Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah s.a.w., 'Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda." Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah s.a.w. sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal ra., "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash]."

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Lalu Bilal ra. berkata: "Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w. untuk mengambil tongkat beliau. "Kemudian Fathimah ra. berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal ra.: "Wahai Fathimah, Rasulullah s.a.w. telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah s.a.w.?" Bilal ra. tidak menjawab pertanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah s.a.w. Setelah Rasulullah s.a.w. menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah.

Melihat hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah s.a.w. tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah s.a.w. oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah s.a.w." Lalu Rasulullah s.a.w. berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah s.a.w., kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah s.a.w." Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah s.a.w. "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul."

Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah s.a.w., anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah s.a.w. pun membuka baju. Setelah Rasulullah s.a.w. membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuh Rasulullah s.a.w. maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah s.a.w., siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah s.w.t. dengan badan saya. Dan Allah s.w.t. menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu" Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah s.a.w. di dalam syurga."

Apabila ajal Rasulullah s.a.w. makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata: "Selamat datang kamu semua semoga Allah s.w.t. mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah s.w.t. dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan mensolatkan aku ialah Allah s.w.t., kemudian yang akan mensolat aku ialah Jibril a.s., kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bersolat ke atasku."

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah s.a.w. anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?. "Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka sakit Rasulullah s.a.w. bermula. Dalam bulan safar Rasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa Rasulullah s.a.w. diutus pada hari Isnin dan wafat pada hari Isnin. Pada hari Isnin penyakit Rasulullah s.a.w. bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah s.a.w.. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun memberi salam, "Assalaarnualaika ya Rasulullah." Lalu dijawab oleh Fathimah ra., "Rasulullah s.a.w. masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan solat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah."

Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah s.a.w. katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra.; "Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?." Maka Fathimah ra. pun berkata: "Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid." Kemudian Rasulullah s.a.w. memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah s.a.w. bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di masjid maka Rasulullah s.a.w. pun bersolat subuh bersama dengan para jemaah.

Setelah selesai solat subuh maka Rasulullah s.a.w. pun berkata, "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah s.w.t., oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia." Setelah berkata demikian maka Rasulullah s.a.w. pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail a.s., "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah s.w.t. maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah s.a.w. maka ia pun memberi salam, "Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?" (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; "Wahai hamba Allah, Rasulullah s.a.w. sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat." Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra., "Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu." Maka Fathimah ra. pun berkata, "Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahawa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata; "Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fathimah, "Tidak ayah." "Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku." Kemudian Rasulullah s.a.w. pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali." Berkata Rasulullah s.a.w., "Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?" Berkata lzrail: "Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia." Tidak beberapa lama kemudian Jibril a.s. pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah s.a.w..

Apabila Rasulullah s.a.w. melihat kedatangan Jibril a.s. maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: "Wahai Jibril, tahukah kamu bahawa ajalku sudah dekat" Berkata Jibril a.s., "Ya aku tahu" Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, "Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah s.w.t" Berkata Jibril a.s., "Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." Berkata Rasulullah s.a.w.: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti." Berkata Jibril a.s., "Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud,"Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga."

Berkata Rasulullah s.a.w.: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Setelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: "Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati." Jibrila.s. mengalihkan pandangan dari Rasulullah s.a.w. apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril a.s. itu maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: "Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibril a.s. berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?" Anas bin Malik ra. berkata: "Apabila ruh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada beliau telah bersabda,"Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga solat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu."

Ali ra. berkata: "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah s.a.w. berkata: "Umatku, umatku." Telah bersabda Rasulullah s.a.w. bahawa: "Malaikat Jibril a.s. telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca shalawat untukmu, kalau siapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Kekuatan Shalawat

Saya tinggal disebuah daerah di jawa timur ,dan saya menyadari ada sebuah tradisi yang cukup unik disini seperti sebuah bacaan shalawat .Dan jika ada seseorang yang menyerukan shalawat tersebut ,semua yang berada disekelilingnya pasti segera menjawab ,tidak peduli siapakah dia ,apa derajatnya .Dan siapapun boleh mengucapkan kalimat tersebut .

Alllahumma shalli ala Muhammad,
allahumma shalli alaih….

Kaliamat tersebut adalah kalimat shalawat nabi.

Nabi Muhammad SAW. Bila manusia sekelas sunan saja sudah diagungkan sedemikian rupa bagaimana dengan beliau .Pada dasarnya salawat adalah sebuah bentuk penghormatan pada orang yang menyampaikanya . Namun penghormatan itu tidak diiringi dengan men-Tuhan-kan orang tersebut tapi menjawab shalawatnya adalah sunnah hukumnya. Dan ketika kita melakukannya akan mendapat pahala.

Setiap orang mengatakan  : Allahumma shalli ala Muhammad. Disunnahkan dijawab oleh yang mendengarnya dengan jawaban " Allahumma shalli alaih ". Artinya kurang lebih.. Ya allah shalawat atas Muhammad .Dan jawabannya artinya " shalawat atas keluarganya ".

Tempo hari saya pernah menanyakan hal tersebut pada seorang ustadz ,apa fungsi dari shalawat tersebut dan beliau menjawab :

 1.    Untuk bekal selama perjalanan
 2.    sebagai pengisi jeda antara azan dan iqamat
 3.    Penanda untuk shalat tarawih
 4.    Untuk membubarkan pengajian
 5.    Dan biasanya untuk penanda sesudah bacaan " laqod jaakum " .ketika sebuah pengajian akan berdiri membaca shalawat nabi dan biasanya disertai terbangan


Qada' Dan Qadar

Qada' ,adalah ketetapan Allah yang telah ditetapkan sebelum adanya manusia di muka bumi ini .
Seperti hal nya firman Allah dalam surat Maryam ayat 20-21 :


" Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang penzina!".
Jibril berkata: "Demikianlah. Rabbmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku, dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".


Sedangkan Qadar ,adalah keputusan Allah setelah manusia dilahirkan
Qada' bersifat lebih dulu keberadaannya ,sedangkan qadar bersifat baru atau kemudian. Ungkapan iman kepada qada dan qadar sering disebut iman kepada takdir yang bermakna mempercayai secara sungguh-sungguh terhadap segala ketentuan dan ketetapan Allah yang berlaku bagi semua ciptanNya. Ketentuan tersebut adalah baik yang telah terjadi, sedang terjadi, akan terjadi.

Allah berfirman dalam surat Ar Ra'd ayat 39 yang artinya :
" Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).


Percaya kepada Qada' dan Qadar hendaknya dipahami dan diyakini dengan hati-hati dan didasari dengan iman yang kukuh, pengetahuan yang luas, dan ikhlas sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang salah atau terhindar dari akidah yang menyesatkan. Disamping itu, iman kepada takdir tidak boleh menimbulkan sikap malas bekerja, apatis, acuh tak acuh, dan tidak mau berusaha. Kesalahan memahami takdir akan menimbulkan anggapan bahwa manusia itu ibarat robot sehingga tidak mempunyai daya kekuatan dan kekuasaan sedikit pun.



Mp3 Adzan Free Download

Kali ini saya akan coba membagikan link download untuk lantunan adzan /adzan Mp3 .Lantunan adzan dari berbagai masjid dan negara ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri .Perbedaan lantunan adzan ini menjadi ragam kekayaan budaya islam yang indah .Lantunan adzan ini dari berbagai masjid seperti masjid di Makkah ,Madinah ,Masjid di mesir dan sekitarnya .Untuk berbagai pilihan lantunan adzan nya ,bisa kalian pilih sendiri dibawah ini :


Klik untuk download :


Hari Yang Dilarang Berpuasa

Maha suci Allah yang telah mensyariatkan kepada hamba-hambanya dengan berbagai ibadah ,baik yang wajib atau yang sunnah .Dengan tujuan tidak lain untuk mempertebal iman kita dan memperbanyak pahala serta menutupi dosa-dosa kita yang telah lampau .Seperti halnya puasa ,puasa sunnah adalah puasa yang jika dikerjakan akan mendapatkan pahala ,dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa / tidak mendapat apa-apa .

Selengkapnya »

Sunan Malik Ibrahim ( Gresik )

Kita jalan-jalan lagi mengupas sejarah di kota Gresik .Di Gresik ada beberapa makam dari Wali Songo ,penyebar agama islam di Indonesia .Dan diantara beberapa Wali / Sunan tersebut ,Sunan Malik Ibrahim adalah salah satunya yang dimakamkan di Gresik .
Sunan Malik Ibrahim atau yang biasa disebut dengan Syekh Maghribi ,Sunan Gresik ,konon adalah keturunan ke 22 dari Nabi Muhammad .Beliau dianggap sebagai orang pertama yang menyebarkan agama islam di pulau jawa .Beliau berasal dari wilayah arab maghrib afrika utara .

Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Maulana Malik Ibrahim menikahi putri raja, istri pertama Maulana Malik Ibrahim yang bernama Siti Fathimah

Selengkapnya »

1 Hari DI Akhirat = 1000 Tahun Di Dunia

Ternyata kita hidup di dunia ini hanya beberapa menit saja yang kemudian kita akan melanjutkan kehidupan di alam akhirat yang kekal .Sedetik waktu yang terbuang sia - sia ,yang akan kita ratapi kelak disana .Maka dari itu manfaatkanlah waktu ,dan buatlah hari ini lebih baik dari kemarin .Ketika isra' miraj Nabi Muhammad SAW bersama malaikat lainya melakukan perjalanan selama sehari ke langit untuk ditunjukkan kebesaran Allah dengan menggunakan Al Barqun atau yang biasa disebut buroq .

Selengkapnya »

Syekh Abdul Qadir Jailani

Syekh Abdul Qadir Jaelani ,jika kita sering mengikuti sebuah pengajian pasti kita pernah mendengar nama tersebut .Beliau bernama lengkap Muhyi al din Abu Muhammad Abdul Qadir ibn Abi Shalih Al-Jailani .Beliau lahir di Jailan Iran ,selatan laut Kaspia pada 470 H / 1077 Masehi .

Masa muda beliau :
Beliau meninggalkan tanah kelahiran, dan merantau ke Baghdad pada saat beliau masih muda. Di Baghdad belajar kepada beberapa orang ulama’ seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein Al Farra’ dan juga Abu Sa’ad Al Muharrimi. Beliau belajar sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama’. Suatu ketika Abu Sa’ad Al Mukharrimi membangun sekolah kecil-kecilan di daerah yang bernama Babul Azaj. Pengelolaan sekolah ini diserahkan sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau mengelola sekolah ini dengan

Selengkapnya »

Kurma Ajwa

Kurma ,bagi sebagaian dari kita pasti kenal dengan salah satu nama buah ini .Kurma adalah tanaman sejenis pohon palma (palem) yang berasal dari jazirah arab dan afrika utara .Tanaman ini adalah jenis tanaman yang tumbuh di gurun ,dengan rendah kelembaban dan udara kering .

Kurma ini sendiri biasanya paling banyak dikonsumsi warga indonesia saat bulan ramdhan tiba ,dan dijadikan pelengkap saat sahur dan berbuka puasa .Rasulullah bersabda "apabila salah seorang dari kamu berpuasa ,maka hendaklah berbuka dengan kurma .Bila tidak hendaklah dengan air ,sesungguhnya air itu bersih". (HR Ahmad dan Tarmidzi) .Orang awam mungkin mengira kurma ini manis karena diberi pemanis buatan ,padahal buah

Selengkapnya »

Puasa

Puasa adalah menahan diri dari lapar dan haus dan hal - hal yang dapat membatalkanya mulai dari terbitnya  fajar ( sesudah shubuh ) sampai tenggelamnya matahari ( maghrib ) .Puasa sendiri dibagi menjadi beberapa bagian ,ada puasa wajib ,seperti puasa Ramadhan .Dan adapula puasa sunnah seperti puasa senin kamis dan sejenisnya .

Dalam hadist disebutkan ,banyak orang - orang yang berpuasa tetapi tidak ada baginya dari puasa yang dijalankanya hanya mendapatkan lapar dan haus saja .Oleh sebab itu perlu kita ketahui agar puasa yang kita jalankan mendapatkan pahala seperti yang kita harapkan .Berikut adalah sedikit pembahasan mengenai puasa dan hal - hal yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala berpuasa :

Selengkapnya »

Manfaat Shalawat Nariyah

Kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah doa yang sangat terkenal di kalangan kaum Nahdhatul Ulama (NU). Namun begitu, tidak ada salahnya bagi anda yang mempunyai faham lain untuk mengamalkannya.


Berdasarkan sumber dari buku yang pernah saya baca,beberapa manfaat dari sholawat nariyah antara lain :
  • Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. Setelah membaca Sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut (boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh.

Selengkapnya »

Tarian Sufi Dari Turki

Tarian Sufi ( Whirling Dervishes ) merupakan Tarian yang sangat religius dari Timur Tengah. Tarian ini merupakan inspirasi dari Filsuf dan Penyair Turki yang bernama Maulana Jalaluddin Rumi, dimana tarian ini bermakna bahwa dasar dari kehidupan di dunia dan di bumi ini adalah berputar. Tarian ini juga dianggap sebagai bentuk sebuah ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang yang maha tinggi dari seorang hamba kepada sang Robbi. Gerakan tubuh memutar berlawanan dengan arah jarum jam sebagai bentuk menyatukan diri dengan sang pencipta.

Selengkapnya »

Download Gratis Mp3 Al Quran + Terjemahan ( Full )

Alhamdulillah, Semoga Allah melimpahkan RahmatNya kepada kita.

Sebuah organisasi Indonesia telah berusaha mengeluarkan bacaan Al-Quran bersama dengan terjemahannya dalam audio, yang boleh kita dengar bersama. Bacaan2 surah diambil dari bacaan2 Qari2 terkenal lalu dimasukkan terjemahan didalam bahasa Indonesia

Selengkapnya »

Syair Tanpo Waton ( Gus Dur )





Syi’ir (Syair) ini merupakan sedikit oleh-oleh pemikiran islam dari Gus Dur (Abdurrahman Wahid) bagi segenap umat islam pada khususnya.

Dalam syi’ir ini, beliau berbagi ilmu, kritik bagi sesama muslim, dan banyak hal yang beliau berikan dalam beberapa baris syair. Dari ajakan untuk tidak sekedar membaca Al-Qur’an, namun juga seharusnya kita belajar memahami isinya. Mengkritisi pihak-pihak yang (suka) mengkafirkan orang lain namun tidak memperhatikan kekafiran dirinya sendiri. Dan masih banyak pesan lainnya bagi kita semua.

Selengkapnya »

Doa Qunut Dan Terjemahan


Qunut merupakan doa yang dilakukan pada Shalat Subuh atau Shalat Withir. Hukum Doa Qunut adalah Sunnah Muakkad/ab’ad (sunnah yang dikuatkan). Bagaimanakah bacaan doa qunut subuh dan dalam shalat yang lain?

Berikut bacaan do'a Qunut dan terjemahanya :

1. Allahummahdini fiiman hadaiit
” Ya Allah tunjukkan aku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. “

2. wa ‘afinnii fiiman ‘afait..
” Berikan kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesihatan. “

3. watawallanii fiiman tawallaiit..
” Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan.

Selengkapnya »

Bacaan Ijab Qabul

Dalam ijab dan qobul pernikahan, seringnya penghulu (atau siapapun yang mengakadkan) memakai tambahan-tambahan yang sifatnya "tidak wajib". Namun tambahan apapun yang mereka berikan, tidak akan keluar dari pernyataan di bawah ini:

اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ .... بِنْتِ .... عَلَی الْمَهْرِ ....

(Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka .... Binti .... alal Mahri ....)

Artinya:
“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu .... puteri ..... dengan mahar .....”

Itu jika yang mengakadkan orang lain; bukan ayah mempelai perempuan. Namun ayahnya langsung yang menikahkan maka setelah kata “pinanganmu” (مخطوبتك) bisa ditambah dengan dengan kata “puteriku” (بنتي) sehingga menjadi:

اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِيْ .... عَلَی الْمَهْرِ ....

(Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti .... alal Mahri ....)

Artinya:
“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu puteriku ..... dengan mahar .....”

Siapapun yang menikahkan, baik ayah mempelai wanita maupun orang lain, maka jawabannya adalah:
قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ وَ رَِضِْیتُ بِهِ وَ اللهُ وَلِيُّ التَّوْفِیْقِ

(Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq)

Artinya:
“Aku terima pernikahan dan perkawinannya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah”

Sejarah Sunan Giri ( Gresik )

Sunan Giri yg memiliki nama kecil Raden Paku alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya–seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).

Selengkapnya »

Postingan Lama

Populer



Text Backlink Exchanges




Copyright 2011-2012 by Sebuah Nama Sebuah Cerita All Rights Reserved