Tarian Sufi Dari Turki

Tarian Sufi ( Whirling Dervishes ) merupakan Tarian yang sangat religius dari Timur Tengah. Tarian ini merupakan inspirasi dari Filsuf dan Penyair Turki yang bernama Maulana Jalaluddin Rumi, dimana tarian ini bermakna bahwa dasar dari kehidupan di dunia dan di bumi ini adalah berputar. Tarian ini juga dianggap sebagai bentuk sebuah ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang yang maha tinggi dari seorang hamba kepada sang Robbi. Gerakan tubuh memutar berlawanan dengan arah jarum jam sebagai bentuk menyatukan diri dengan sang pencipta.
Konon ketika menari seperti itu, para penari mengalami ekstase yang di kalangan para sufi dipahami sebagai tingkat pencapaian perasaan penyatuan dengan Tuhan. Bahkan, ada pula yang mengaku gerakan yang tercipta seolah-olah bukan dari diri si penari .Para penari terus  berputar mengikuti alunan musik, dimana semakin lama, putaran itu kian cepat dan panjang. Kostum tari dengan rok lebar yang mereka kenakan berkibar indah. Meliuk seiring dengan derasnya putaran para darwis ( penari )  itu. Seolah mengalami ekstase, mereka tampak menikmati putaran demi putaran yang semakin kencang.


Ketika guru spiritual Maulana Jalaluddin Rumi yang bernama Syamsuddin Tabriz, meninggal dunia, Rumi mengekspresikan kesedihan itu dengan tarian sema tersebut. Ketika gurunya meninggal, Rumi sadar bahwa manusia itu fana. Dari tarian itu, Rumi menemukan tujuan hidup yang hakiki, yaitu mencari Tuhan. Sejak itulah dia mulai berputar, bahkan bisa selama tiga hari tiga malam.  Saat berputar, Rumi menanggalkan semua emosinya serta  semua rasa duniawi. Hanya satu yang dirasakannya, yaitu kerinduan dan kecintaan yang sangat besar pada Sang Pencipta.Tarian ini memerlukan fisik yang kuat, karena bisa berputar-putar sampai ber jam-jam.


Tetapi tarian ini mendapatkan Pro dan Kontra dari berbagai daerah .ada yang beranggapan bahwa tarian sufi ini sesat .seperti hal nya sebuah bacaan yang pernah saya baca di madrasah ibnu abbas ,mengabarkan bahwa tarian ini sesat

Posting Lebih Baru Posting Lama

Populer

Kabar Terkini

Loading...




Copyright 2011-2012 by Sebuah Nama Sebuah Cerita All Rights Reserved